Beruntung Barcelona Selamatkan Messi dari Kejaran Inter

lionel messi sang pemain binta barcaLionel Messi tidak diragukan lagi menjadi salah satu pesepakbola terbaik di dunia. Ia juga mencintai Barcelona dengan tulus sebagai tim yang telah ia bela sejak kecil. La Pulga, julukan Messi, juga telah menganggap Barcelona sebagai rumahnya sendiri. Melihat loyalitas yang telah ditunjukkan kepada La Blaugrana selama ini, menunjukkan bahwa klub tersebut bukan hanya tempat ia bermain sepakbola semata tapi juga sudah mempunyai ikatan emosional yang istimewa.

Pemain andalan Barca tersebut bergabung dengan tim utama Barca pada tahun 2004 lalu. Hingga kini ia tercatat telah mempersembahkan tidak kurang dari 29 gelar juara bagi klub tersebut. Selama satu dekade bermain di Camp Nou, Messi telah tercatat bermain membela Barca pada 585 pertandingan dan menyumbangkan 510 gol serta 231 assist. Raihan prestasi Messi untuk Barca tersebut termasuk mengesankan, karena ia terlihat benar-benar memberikan semua yang terbaik yang bisa ia berikan pada Barca.

Hal itu memang sangat wajar dilakukan seorang pemain, jika mingin membalas budi klub yang telah membesarkan nama mereka. Raksasa Catalan telah melambungkan nama Lionel Messi. Mereka juga yang mendidik Messi dan menjadikannya bintang setelah belajar di akademi La Masia selama bertahun-tahun. Dan mereka jugalah yang membuat karier Messi gemilang seperti saat ini dan menyelamatkannya.

Ada satu cerita ketika Messi masih kecil, ia memiliki masalah pada hormon pertumbuhannya. Masalah tersebut membuat Messi tidak dapat tumbuh normal seperti anak-anak lain pada umumnya. Ketika ia menginjak usia 10 tahun, secara fisik ia masih terlihat seperti bocah berusia 8 tahun. Hingga kemudian dokter yang bekerja untuk klub Newell’s Old Boys melihat kondisi tubuh Messi dan menyatakan bahwa Messi memiliki masalah kelainan dengan hormon pertumbuhan. Oleh karena itu ia harus mendapatkan bantuan dengan suntikan hormon tertentu agar dapat mengembalikan proses pertumbuhan tubuhnya.

Namun keluarga Messi bukan merupakan keluarga yang berada pada saat itu dan suntikan hormon merupakan hal yang terlalu mahal bagi mereka. Hingga akhirnya ia bertemu dengan pencari bakat dan ditawari untuk bermain di skuat Barcelona, dengan tawaran bahwa klub tersebut bersedia untuk mengeluarkan biaya bagi pengobatannya. Setelah melihat kemampuan dan potensi yang dimilikinya, Barca setuju dan menarik Messi ke akademi mereka.

Berkat pengobatan yang dibiayai oleh Barca tersebut Messi kini sudah mencapai tinggi 170 cm, dan ia telah menjadi salah satu pemain sepakbola terhebat di dunia bahkan sepanjang sejarah. Dengan segala prestasi yang telah diraih Messi di Barca tersebut, memang sulit untuk dapat membayangkan Messi hengkang dari Camp Nou dan membela klub lain. Namun pada tahun 2006 lalu, hal tersebut nyaris menjadi kenyataan.

Messi masih berusia 18 tahun pada saat itu, dia menjalani debut yang luar biasa pada musim 2004-2005. Musim berikutnya Messi menunjukkan permainan yang lebih mengesankan lagi, dengan total koleksi 9 gol dan 8 assist pada 26 pertandingan yang dimainkannya. Cedera yang dialaminya adalah salah satu alasan mengapa ia tidak dapat meraih lebih banyak prestasi pada musim itu. Selain itu Barca juga masih memiliki dua pemain andalan mereka yaitu Samuel Eto’o dan Ronaldinho, yang masih menjadi ujung tombak utama Barca.

Namun seiring dengan permainannya yang semakin matang, Messi menarik minat Inter Milan untuk menboyongnya. Inter juga nampaknya tidak main-main dengan tawaran mereka dan mereka kabarnya sanggup menyediakan dana sebesar 150 juta euro untuk jasa Messi. Dan hal tersebut membuat Messi sempat tertarik. Presiden Barca pada saat itu, Juan Laporta, juga membenarkan kabar tersebut.

Namun ia akhirnya dapat mencegah Messi meninggalkan Camp Nou. Ia sengaja memasang harga yang sangat tinggi agar Inter tidak dapat menebusnya, dari 150 juta euro menjadi 250 juta euro. Laporta juga kabarnya menjalin komukasi dengan Jorge Messi, ayah Messi, dan meyakinnya bahwa Messi akan menjadi pemain besar bersama Barca. Akhirnya semua usahanya tersebut membuahkan hasil dan anda dapat menyaksikan kegemilangan Messi di lapangan, di mana hal tersebut tidak akan terjadi jika ia memilih untuk hengkang ke Inter Milan pada saat itu.

Donnarumma dan Verratti Tidak Lagi Diprioritaskan Juventus

giuseppe marottaJuventus dalam dua musim terakhir menjadi salah satu tim yang agresif di bursa transfer pemain. Si Nyonya Tua terkenal royal dalam melakukan kegiatan belanja pemain. Hal tersebut terlihat dari jendela transfer musim panas tahun 2016 lalu, di mana mereka menghabiskan dana sebesar 191 juta euro yang merupakan rekor transfer terbesar Juventus sepanjang satu musim.

Salah satu pemain yang mereka rekrut saat itu adalah Gonzalo Higuain, di mana mereka merogoh kocek hingga 90 juta euro untuk mendatangkannya dari Napoli. Higuain juga menjadi pemain termahal yang pernah dibeli sepanjang sejarah Juventus. Di musim panas ini, beberapa kabar mengenai transfer pemain pun telah dikaitkan dengan Juventus. Dua nama besar yang dikaitkan dengan Juventus pada jendela transfer adalah Marco Veratti dan juga Gianluigi Donnarumma.

Media-media Italia belakangan ini telah mengabarkan bahwa Juventus rela menggelontorkan dana yang besar demi mendapatkan tanda tangan kedua pemain menjanjikan tersebut. Mengenai Donnarumma, general manager yang juga bertanggung jawab atas transfer pemain, Giuseppe Marotta, memiliki keyakinan bahwa Juventus bisa saja mendatangkan kiper muda berbakat tersebut menyusul gagalnya perpanjangan kontrak yang ditawarkan AC Milan kepadanya. Namun ia juga menyatakan bahwa saat ini bukan menjadi saat yang tepat untuk menariknya ke Juventus/

Alasannya sederhana, yaitu karena Donnarumma dianggap masih belum membuktikan bahwa dirinya adalah pemain yang sudah matang dan bermental juara. “Apakah kami memiliki kesempatan untuk mendatangkan Donnarumma ke Juventus? Tentu saja Juventus akan memanfaatkan setiap kesempatan yang ada,” ungkap Moratta.

“Jika ada seorang pemain hebat yang dijual oleh klubnya, kami tentunya akan mencoba untuk menawarkan kontrak untuk bermain di Juventus. Tapi apakah kemudian kami akan berusaha untuk mencari cara agar pemain tersebut berminat untuk barmain di Juventus Stadium? Saya rasa tidak untuk saat ini. Memang dia adalah penjaga gawang yang berbakat, tapi kami dapat melihat apakah seorang pemain memiliki bakat atau pemain tersebut memang pemain juara, dan kami tahu cara membedakannya,” imbuhnya lagi.

Kemudian Marotta juga sempat memberikan pendapatnya mengenai kasus Donnarumma dan pihak AC Milan. Ia berkata bahwa pada jaman sekarang dunia sepakbola memang membuat para klub memasang tarif yang mahal untuk pemain-pemain muda mereka.

“Situasi seperti ini membuat berbagai klub kesulitan. Klub-klub tersebut mengalami perubahan mengenai pandangan mereka terhadap pemain yang masih muda, dimana mereka memiliki pemain professional dengan karir cemerlang di hadapan mereka, bahkan menarik minat klub-klub lain untuk merekrut mereka. Dan itu merupakan sebuah fakta,” ujarnya seperti yang dilansir dari Football Italia.

“Beberapa aturan harus ditinjau ulang dan dirubah. Klub-klub sendiri juga sebaiknya mengamankan pemain tersebut sejak mereka masih berada di akademi.”

Sedangkan mengenai gosip kepindahan Marco Veratti ke Juventus, Moratta menyatakan bahwa hal tersebut tidak akan terjadi. Alasan Juventus untuk tidak menawarkan kontrak bagi gelandang Paris Saint Germany karena Juventus telah membuat berbagai kebijakan baru mengenai strategi transfer mereka mulai musim panas ini. Hal tersebut juga menjadi alasan mengapa Corentin Tolisso tidak jadi menginjakkan kaki di Juventus Stadium.

“Berdasarkan berbagai evaluasi yang dilakukan secara teknikal dan juga dari segi investasi, kami memutuskan bahwa Marco Veratti bukan target yang menarik untuk kami. Kami juga telah memutuskan untuk tidak membelanjakan 100 juta euro untuk pemain tersebut,” ungkap Moratta. “Sedangkan yang terjadi pada Higuain musim lalu merupakan hal yang tidak sama, dengan perubahan yang terjadi di musim panas ini maka kami tidak akan melakukan strategi transfer yang sama. Di bursa transfer pemain musim panas ini kami telah melakukan evaluasi besar-besaran.”

Selain itu Moratta juga sempat memperjelas beberapa kabar transfer Juventus yang pernah terdengar seperti Douglas Costa dan juga Andreas Iniesta.

“Kami merasa berterima kasih pada Bayern karena telah memberikan kami kesempatan untuk berbicara dengan agen dari Douglas Costa, untuk melakukan konfirmasi mengenai kemungkinan pemain tersebut bergabung dengan Juventus. Sayangnya mereka hanya akan melepas pemainnya dengan harga yang mereka tentukan dan kami harus segera setuju dengan keputusan tersebut,” beber Moratta. “Andreas Iniesta? Pemain tersebut terlalu sulit untuk ditawar dan juga riskan, pada intinya ada beberapa batasan yang tidak bisa kami lewati.”

AS Roma Gaet Incaran Lamanya Hector Moreno

Hector Moreno akan di pinang as roma segera

AS Roma dikabarkan telah resmi mendapatkan tandatangan pemain bertahan berkebangsaan Meksiko, Hector Moreno, yang direkrut dari klub Eredivisie, PSV Eindhoven. Kabarnya AS Roma harus mengeluarkan dana sebesar 5,5 juta euro untuk mendatangkan Moreno dengan durasi kontrak sepanjang empat tahun, yang bakal berlaku hingga tahun 2021.

Bek yang kini telah menginjak usia 29 tahun tersebut juga terdaftar dalam skuat tim nasional Meksiko di Piala Dunia 2014 yang diadakan di Brasil. Pada saat itu mereka sukses mencapai babak 16 besar sebelum akhirnya harus mengakui keunggulan Belanda. Moreno tercatat telah bermain dalam 80 pertandingan membela Meksiko dan mencetak dua gol, seperti yang dilansir Soccerway.

“Saya bahagia akhirnya saya dapat bergabung dengan AS Roma. Ini menandai titik yang penting dalam karir sepakbola professional saya. Saya juga berharap jika kehadiran dan kualitas permainan saya disini dapat berguna untuk kemajuan klub ini sendiri,” ungkap Moreno di website resmi milik AS Roma.

Awal karir sepakbola Hector Moreno berawal dari klub Mexico, UNAM, dimana ia bergabung di skuat muda klub tersebut ketika usianya masih 15 tahun. Penampilan mengesankannya bersama skuat muda tersebut kemudian menarik minat pelatih skuat U-17 Meksiko yang bertanding di Piala Dunia U-17 tahun 2015. Pada kesempatan tersebut Moreno berhasil mengantarkan Meksiko meraih gelar juara setelah sukses menundukkan skuat U-17 Brasil di babak final dengan skor 3-0. S

etelah itu AZ Alkmaar menaruh minat pada Moreno dan menawarkan kontrak untuk bermain di Eredivisie, dan mengantarkan klub tersebut meraih gelar juara Eredivisie pada bulan April tahun 2009. Gelar juara tersebut merupakan gelar juara Eredivisie yang pertama yang ia menangkan sebelum ia meraih kemenangan kembali ketika membela PSV Eindhoven. Bersama dengan AZ Alkmaar, ia juga merasakan persaingan ketat Liga Champions untuk pertama kalinya. Laga pertamanya di Liga Champions adalah ketika AZ Alkmaar bermain melawan Olympiakos.

Kegemilangannya semakin terlihat dari waktu ke waktu, dan hal tersebut pada akhirnya menarik minat Espanyol untuk menawarkan kontrak kepadanya. Moreno kemudian setuju untuk menandatangani kontrak berdurasi lima tahun untuk bermain di La Liga bersama dengan Espanyol. Pada gelaran La Liga musim 2011/12, Moreno berhasil meraih penghargaan sebagai pemain terbaik Espanyol berkat penampilan baiknya pada 35 pertandingan membela klub tersebut dengan sumbangan 3 gol dan 1 assist. Sayangnya selama bernaung di bawah Espanyol, ia masih belum dapat membawa klub tersebut meraih satu gelar pun.

Secara keseluruhan, ia membela Espanyol pada total 138 pertandingan dari berbagai kompetisi. Cidera yang dialaminya ketika membela tim nasional Meksiko untuk Piala Dunia 2014, sempat membuatnya absen selama 6 bulan lamanya. Hingga pada tanggal 15 Agustus 2015, PSV Eindhoven meminangnya dengan nilai kontrak sebesar 4 juta euro.

Pertandingan pertamanya membela PSV sebagai starting line up adalah ketika melawan Cambuur, dimana ia bermain dalam satu pertandingan penuh. Sebelum hengkang dari PSV, ia juga sempat mempersembahkan gol untuk klubnya tersebut pada pertandingan terakhir melawan PEC Zwolle. Laga tersebut juga merupakan laga penentu kemenangan PSV did ajang Eredivisie musim 2015/16.

Directur olahraga dari AS Roma, Monchi, berpendapat bahwa Moreno adalah pilihan sosok pemain yang cocok untuk bermain dalam skuat Giallorossi. Tak ketinggalan, ia juga mengatakan bahwa ia telah menjadi penggemar Moreno sejak dirinya masih berada di Sevilla.

“Dia merupakan pemain yang ingin saya rekrut sejak lama, dan beruntung saat ini adalah saat yang tepat untuk mendatangkannya ke Roma. Moreno adalah pemain bertahan yang memiliki banyak pengalaman internasional dan dia adalah sosok yang kami butuhkan di AS Roma,” ungkap Monchi seperti yang dilansir oleh Goal.

Moreno sendiri saat ini masih bersiap-siap untuk bermain di salah satu ajang bergengsi yaitu Piala Konfederasi 2017 membela negaranya yang memegang gelar juara Piala Emas 2016. Walaupun posisi aslinya adalah bek tengah, namun bersama tim nasional Meksiko ia menunjukkan bahwa dirinya juga merupakan pilihan yang tepat untuk posisi sebagai bek kiri.

Profil David Luiz, Chelsea

profil pemain chelseaDavid Luiz Moreira Marinho alias David Luiz merupakan pesepakbola profesional yang saat ini bermain untuk klub asal Inggris, Chelsea. Selain itu, David Luiz juga merupakan seorang pemain bagi timnas Brazil. Peran utamanya di lapangan hijau adalah sebagai bek tengah, walau ia juga sering bermain di posisi gelandang tengah.

David Luiz memulai karir sepakbolanya saat bergabung bersama klub Vitoria yang berbasis di Salvador, di mana ia memulai karirnya sebagai seorang gelandang bertahan. Meski saat ini David Luiz terkenal sebagai pemain dengan performa yang baik, ia sempat kehilangan posisinya di Vitoria karena performanya yang sangat buruk. Namun, beruntung ia lantas dipindahkan ke posisi bek tengah dan mampu beradaptasi.

David Luiz memulai debutnya bersama Vitoria pada tahun 2006. Saat itu ia bertanding dalam sebuah laga melawan Santa Cruz. Laga tersebut harus berakhir imbang 2-2. Namun, klub tersebut pada akhirnya berhasil dipromosikan ke divisi kedua setelah sempah terpuruk di divisi ketiga. Selama bergabung dengan Vitoria, David Luiz hanya mencetak gol liganya sebanyak satu kali, yakni pada 3 September 2006 dalam sebuah laga kandang melawan Club Atletico do Porto yang berakhir dengan kemenangan 2-0 untuk Vitoria.

Pada 30 Januari 2007, David Luiz bergabung dengan sebuah klub Portugis, Benfica. Ia berhasil masuk sebagai pemain pinjaman pengganti Ricardo Rocha. David Luiz memulai debutnya bersama Benfica pada turnamen Piala UEFA dalam sebuah laga melawan Paris Saint-Germain di stadion Parc des Princes. Di dalam laga tersebut, ia bersanding dengan Anderson untuk menggantikan Luisao yang cedera. Benfica kalah dalam laga tersebut dengan skor 1-2. Namun, pada pertandingan leg kedua, Benfica berhasil mengunggul agregat menjadi 4-3 dan meraih kemenangan.

Pada 12 Maret 2007, David Luiz pertama kali bermain dalam sebuah laga bersama Benfica melawan Uniao de Leira. Di akhir musim, David Luiz pun menandatangani kontrak selama 5 tahunnya dengan Benfica. Saat itu pula, David Luiz telah bermain sepuluh kali bersama Benfica untuk pertandingan liga. Ia pun bergabung secara resmi dengan biaya transfer sebesar 1,5 juta euro. Pada musim 2009-10, ketika manager Jorge Jesus bergabung bersama Benfica, David Luiz pun menjadi simbol klub sekaligus wakil kapten. Ia telah bertanding sebanyak 49 kali dan mencetak 3 gol.

Setelah beberapa musim bermain untuk Benfica, David Luiz akhirnya pindah dan bermain untuk Chelsea. Biaya transfer seorang David Luiz saat itu diketahui mencapai 25 juta euro dengan kontrak selama 5,5 tahun. Ia memulai debut liganya pada 6 Februari 2011 bersama Chelsea dalam sebuah laga kandang melawan Liverpool. Saat itu ia dimainkan karena harus menggantikan Jose Bosingwa.

Sayang, pertandingan tersebut berakhir dengan kekalahan, walau terbilang sangat tipis yakni 0-1. Delapan hari kemudian, tepatnya tanggal 14 Februari 2011, David Luiz menjadi starter pertama kali untuk Chelsea dalam sebuah laga pertandingan melawan Craven Cottage. Meski pertandingan tersebut berakhir imbang dan David Luiz sempat menyia-nyiakan tendangan penalti pada menit ke 93, David Luiz mendapat apresiasi dari fans Chelsea.

Setelah bermain selama kurang lebih 3 musim, David Luiz mendapatkan sebuah kabar yang kurang menyenangkan. Kabar tersebut berkaitan dengan kontroversi pelanggaran yang dilakukan oleh Rafael dalam laga tandang melawan Manchester United di Old Trafford, 5 Mei 2013. Dalam pelanggaran tersebut, David Luiz diketahui melakukan pelanggaran duluan dengan menyikut Rafael. Namun, ketika Rafael membalasnya, David Luiz nampak tersenyum sambil berpura-pura merasa kesakitan.

Pada 13 Juni 2014, David Luiz pindah ke klub asal Prancis, Paris Saint-Germain dalam sebuah transfer yang bernilai 50 juta pound. Nilai tersebut masuk dalam rekor harga transfer tertinggi di dunia yang pernah dibayarkan untuk seorang gelandang. Selama bergabung dengan Paris Saint-Germain, David Luiz ikut andil dalm kemenangan klub tersebut di berbagai kejuaraan, seperti  Ligue 1 championship, Coupe de France, dan Coupe de la Ligue, sebagai tambahan untuk Trophée des Champions.

Hanya bermain selama 2 musim, David Luiz akhirnya bergabung kembali dengan Chelsea dengan nilai transfer sebesar 34 juta pound pada 31 Agustus 2016. Ia menandatangani kontrak selama 3 tahun sehingga saat ini David Luiz masih berada di Chelsea.

Profil Keisuke Honda, AC Milan

Keisuke Honda lahir pada 13 Juni 1986, adalah seorang pemain sepakbola profesional yang saat ini membela klub Serie A, AC Milan. Selain itu, Keisuke Honda juga bermain untuk timnas Jepang. Ia sering bermain sebagai gelandang penyerang. Namun, ia juga dapat ditempatkan di posisi sayap kanan. Ia juga diketahui memiliki skill yang baik dalam hal kekuatan, kecepatan, serta kreativitas bermain yang bagus.

Lahir dan besar di Osaka, Honda terlibat dalam permainan sepakbola lokal. Ia bergabung dengan Gamba Osaka. Namun, ia tidak mendapatkan promosi sebagai tim muda. Setelah lulus sekolah menengah, Honda memulai karir profesionalnya pada tahun 2004 dalam J1 League bergabung bersama Nagoya Grampus.

Pada 16 Januari 2008, Honda menandatangani kontrak 2 tahun setengahnya bersama dengan klub Eredivise, VVV-Venlo. Bersama dengan VVV, ia berhasil mendapatkan posisi di tim inti. Ia bahkan bermain dengan cukup baik hingga mendapat julukan Keizer Keisuke (Kaisar Keisuke) yang diberikan oleh fansnya.

Pada akhir Desember 2009, Honda pindah ke klub Rusia, CSKA Moscow. Ia menandatangani kontrak selama 4 tahun dengan klub tersebut. Nilai transfer Honda saat itu sebenarnya merupakan nilai yang dirahasiakan, namun pihak VVV mengatakan bahwa nilai yang ditawarkan CSKA Moscow hampir sesuai dengan ekspektasi mereka. Nilai tersebut lantas diduga oleh berbagai pihak sebesar kurang lebih 6 euro.

Honda memulai debutnya bersama CSKA pada Liga Champion UEFA melawan Sevilla. Pada leg kedua pertandingan, Honda mencetak gol melalui tendangan bebas yang dieksekusi dengan cukup baik. Sebelum gol tersebut dibuatnya, Honda juga menjadi assist untuk gol Tomas Necid. Gol yang diciptakan Honda lantas menjadi gol penyelamat karena skor yang dihasilkan adalah 2-1 (dengan agregat 3-2) sehingga kemenangan menjadi milik CSKA. Lalu, Honda juga diketahui mencetak gol berikutnya dalam pertandingan melawan Amkar Perm di kandang CSKA.

Dalam pertandingan berikutnya, yakni melawan Krylia Sovetov, ia mencetak 2 gol pada paruh pertama sehingga pertandingan akhirnya berakhir dengan skor 3-0 dengan kemenangan di pihak CSKA. Kemudian, pada 13 Juli 2013, Honda mencetak gol pertama dan ketiga untuk CSKA dalam sebuah pertandingan di Russian Super Cup melawan klub Zenit di Rostov. Pada musim panas 2013, Honda memasuki 6 bulan terakhir kontraknya dengan CSKA dan ia dibebaskan untuk bicara dengan klub-klub lainnya pada bursa transfer saat itu.

Pada 27 Oktober 2013, managet AC Milan Massimiliano Allegri mengumumkan bahwa Honda akan bergabung bersama Milan dalam sebuah transfer tanpa biaya. Honda pun dikontrak selama 4 tahun hingga Juni 2017. Kontrak tersebut resmi terjalin pada 4 Januari 2014. Honda segera memulai debutnya bersama Milan 8 hari kemudian, tepatnya tanggal 12 Januari 2014, di mana saat itu Honda bermain sebagai pemain pengganti untuk Robinho dalam sebuah pertandingan melawan Sassuolo.

Lalu 3 hari kemudian, Honda memulai debutnya secara penuh dalam pertandingan perempat final Coppa Italia melawan Spezia. Walau sempat mencetak gol pada laga Genoa-Milan, kontribusinya kepada AC Milan pada sisa musim tahun itu tampaknya mengecewakan. Honda bahkan membuat pernyataan yang berbunyi “itu bukanlah aku”.

Pada 31 Agustus 2014, Honda mencetak gol untuk Milan dalam sebuah laga melawan Lazio. Gol tersebut merupakan gol pertama bagi Milan pada musim tersebut. Honda lantas kembali meningkatkan performanya dan segera mencetak gol kedua pada pertandingan melawan Parma, 14 September 2014. Selain mencetak gol, Honda juga berperan sebagai assist pada pertandingan tersebut. Lalu, pada pertandingan berikutnya melawan Empoli, Honda juga mencetak gol dari batas kotak penalti. Gol tersebut menjadi penyelamat Milan yang akhirnya mendapatkan skor imbang 2-2 melawan Empoli.

Terakhir, pada 21 Mei 2017, gol yang dicetak oleh Honda melalui tendangan bebas dalam laga melawan Bologna membuat Milan memenangkan laga tersebut. Kemenangan itu akhirnya menjamin Milan untuk mendapatkan tiket emas menuju kejuaraan yang cukup bergengsi yakni Liga Eropa. Tiket menuju Liga Eropa ini akhirnya didapatkan kembali oleh AC Milan sejak terakhir kali mereka mendapatkannya, yakni pada musim 2013-14.

Profil Marcelo, Real Madrid

Marcelo Vieria da Silva Junior atau yang lebih dikenal dengan nama Marcelo adalah pemain sepakbola profesional yang lahir di Rio de Janeiro pada 12 Mei 1988. Saat ini ia bermain untuk klub Real Madrid dan timnas Brazil sebagai bek kiri, namun ia juga bisa perperan sebagai sayap kiri. Dalam beberapa kesempatan, ia seringkali disandingkan dengan nama legendaris seperti Roberto Carlos. Bahkan, selama masa-masa kejayaannya, ia dipuji oleh legenda sepakbola seperti Paolo Maldini dan Diego Maradona, yang menyebut Marcelo sebagai pemain terbaik di posisinya.

Sebelum berkarir di sepakbola, Marcelo bermain futsal di usia 9 sampai 13 tahun dan bergabung dengan klub Fluminense. Karena berasal dari keluarga miskin, ia sempat berpikir untuk berhenti dari dunia sepakbola. Namun, klubnya saat itu berpendapat bahwa Marcelo merupakan pemain andalan dan memintanya untuk terus bermain.

Pada bergabung bersama Real Madrid selama masa transfer Januari 2007. Saat ia tiba di Spanyol, Presiden Real Madrid saat itu, Ramon Calderon, mengatakan bahwa ia adalah pemain terbaik yang diharapkan oleh Real Madrid saat ini. Kehadirannya, menurut Ramon, akan membawa angin segar baru bagi Real Madrid. Ia juga merupakan pemain yang diimpikan oleh sebagian besar klub di Eropa, menurut Ramon.

Debut pertamanya bersama Real Madrid adalah sebagai pemain pengganti dalam sebuah pertandingan melawan Deportivo La Coruna pada 7 Januari 2007. Beberapa bulan kemudian, tepatnya pada 14 April 2007, pelatih Real Madrid Fabio Capello memberikan kesempatan kepada Marcelo untuk menjadi starter pada pertandingan melawan tim judi sbobet Racing de Santander. Sayangnya, Real Madrid kalah 2-1 dalam pertandingan itu dan kekalahannya sempat menuai kontroversi. Namun hal itu tidak berpengaruh pada posisi Marcelo. Bahkan, selama musim 2007-08, ia menjadi starter di hampir seluruh pertandingan Real Madrid. Kecepatan, penyerangan, dan pertahanan yang dimiliki Marcelo segera membuatnya menjadi pemain yang penting bagi Real Madrid.

Di sepanjang tahun 2009, Marcelo tampil cukup buruk hampir di semua pertandingan. Alhasil, ia ditempatkan di bangku cadangan dalam waktu yang cukup lama. Manager Madrid saat itu, Juande Ramos, akhirnya memutuskan untuk menempatkan Marcelo di posisi sayap kiri. Marcelo pun tidak mengalami kesulitan beradaptasi di posisi barunya itu. Ia bahkan berhasil mencetak gol pertamanya untuk Real Madrid saat menerima umpan dari Gonzalo Higuain dalam pertandingan melawan Sporting de Gijon. Pertandingan itu pun berakhir manis dengan kemenangan 4-0 bagi Real Madrid. Setelah pertandingan itu, pelatih Ramos mengatakan bahwa di pertandingan-pertandingan mendatang, Marcelo akan lebih sering ditempatkan di posisi sayap daripada bek. Namun tidak menutup kemungkinan bahwa Marcelo akan ditarik ke belakang bila diperlukan.

Gol kedua Marcelo untuk Real Madrid cukup mengejutkan. Ia melakukan tembakan jarak jauh dari luar kotak penalti. Skill semacam ini sebenarnya bukanlah keahlian Marcelo, apalagi ia melakukan tendangan tersebut menggunakan kaki kanannya yang lebih lemah. Gol ini ia ciptakan dalam sebuah pertandingan antara Real Madrid melawan Almeria. Pada 18 April 2009, Marcelo berhasil mencetak gol ketiganya untuk Real Madrid dalam pertandingan melawan Recreativo de Huelva. Gol tersebut merupakan gol tunggal pada pertandingan itu.

Musim terobosan bagi Marcelo adalah musim 2010-11. Di musim tersebut, Marcelo kembali ke posisi alaminya, yakni bek kiri. Namun, pada posisi tersebut Marcelo justru tampak lebih unggul. Ia berhasil mencetak gol pertamanya pada musim itu, yang merupakan gol tunggal dalam pertandingan melawan melawan RCD Espanyol pada 13 Februari. Ia bahkan bermain dengan cukup baik sepanjang musim itu dengan menjadi assist bagi beberapa pemain unggulan Real Madrid seperti Karim Benzema. Hingga saat ini, Marcelo masih bermain untuk Real Madrid.

Di dunia sepakbola internasional, nama Marcelo juga cukup dikenal sebagai pemain unggulan timnas Brasil. Ia secara resmi memulai debutnya bersama timnas Brasil dalam sebuah pertandingan melawan Wales di Tottenham Hotspur’s White Hart Lane. Ia lalu menjadi pemain inti timnas Brasil dan ikut membela tim nasionalnya dalam berbagai pertandingan yang diadakan di beberapa kejuaraan.

Profil Antonio Valencia, Manchester United

Luis Antonio Valencia Mosquera, atau yang lebih dikenal sebagai Antonio Valencia, adalah seorang pemain sepakbola profesional yang sekarang bermain sebagai sayap kanan di Manchester United. Selain itu, ia juga merupakan seorang bek kanan dari timnas Ekuador.

Antonio Valencia sendiri memulai karirnya di klub bernama El Nacional. Di sana, ia sempat bermain di tim muda U-20 dan berhasil memberikan performa yang luar biasa. Kemenangannya dalam pertandingan terkahirnya bersama El Nacional pun akhirnya mampu membuatnya dilirik oleh klub asal Spanyol, Villareal.

Pada 2005, Antonio Valencia bergabung dengan Villarreal. Namun, Valencia diketahui gagal untuk memasuki tim inti. Hal ini pun berujung pada peminjaman Valencia kepada klub bernama Recreativo untuk mengumpulkan pengalaman sebelum nanti kembali ke Villarreal. Tak disangka, performa Valencia sangat bagus selama berada di Recreativo. Ia bahkan berhasil membawa klub agen sbobet tersebut masuk ke La Liga.

Setahun setelah debutnya bersama Recreativo, tepatnya pada 3 Agustus 2006, Valencia akhirnya masuk ke ranah Liga Premier dengan bergabung dengan salah satu klub asal Inggris, yakni Wigan Athletic. Walaupun saat itu statusnya hanya sebagai pinjaman sealam setahun, Valencia memberikan penampilan yang cukup menawan.

Debutnya bersama Wigan Athletic memang tidak berakhir baik. Pada pertandingan pertamanya, yakni pada 19 Agustus 2006, Wigan mengalami kalah tandang dari Newcastle United. Meski begitu, Valencia tak patah semangat. Ia berhasil mencetak gol pertamanya bersama Wigan Athletic pada pertandingan kandang melawan Manchester United pada 21 Oktober 2006. Pertandingan tersebut menghasilkan skor yang cukup membahagiakan bagi Wigan, yakni kemenangan telak 4-0 atas MU.

Setelah 3 bulan absen, Valencia kembali turun ke lapangan dalam pertandingan antara Wigan Athletic melawan Everton. Sayangnya, pertandingan tersebut berakhir dengan kekalahan. Selanjutnya, pada 9 April 2007, Valencia menerima kartu merah pertamanya saat berada di Wigan. Pada pertandingan melawan Aston Villa tersebut, Valencia melakukan pelanggaran dua kaki dan langsung menerima kartu merah dan keluar dari lapangan.

Kontrak Valencia dengan Wigan Athletic pun diperpanjang pada musim 2007-08. Di musim itulah Valencia bertanding di cukup banyak laga. Salah satu laga yang membawa namanya adala laga kemenangan melawan Derby County pada 23 Februari 2008. Selanjutnya, Valencia juga mencetak hat-trick pertamanya saat melawan Aston Villa pada 3 Mei 2008.

Keanggotaannya bersama Wigan Athletic memang penuh dengan berbagai peristiwa. Selain mencetak hat-trick pertamanya, Valencia juga menerima kartu merah kembali saat bertanding melawan Liverpool pada 18 Oktober 2008. Meski begitu, hal ini tidak terlalu berpengaruh pada karir Valencia di Wigan Athletic. Selama musim itu, Valencia juga diketahui telah menolak kesempatan untuk bergabung bersama Real Madrid pada Januari 2009. Tak lama berselang, ia pun menderita cedera harmstring dan pihak klub menyatakan bahwa mereka tidak menahan Valencia sama sekali jika ia ingin pindah ke klub lain. Pernyataan ini, mungkin selain untuk melepas Valencia, mungkin sebagai bantahan atas isu penahanan yang membuat Valencia menolak kontrak dengan Real Madrid pada Januari tahun itu.

Pada 30 Juni 2009, Valencia akhirnya resmi bergabung dengan Manchester United. Lalu pada 29 July 2009, ia memulai debut pertamanya melalui pertandingan melawan Boca Juniors, di mana ia juga mencetak gol pertamanya di Manchester United. Selama di Manchester United inilah banyak gol-gol yang diciptakan oleh Valencia, salah satunya adalah gol perdana di 2009 FA Community Shield saat melawan Bolton Wanderers, walau pada pertandingan itu ia merupakan pemain pengganti untuk Nani yang mengalami cedera di menit ke-62.

Di musim 2011-12, karir Valencia pun kian melejit. Selain diketahui aktif sebagai assist bagi Wayne Rooney yang saat itu merupakan penyerang andalan Manchester United, ia juga mencetak beberapa gol yang dinilai fenomenal. Salah satu gol terbaiknya adalah gol pertamaya di musim tersebut, di mana ia melakukan tembakan jarak jauh dari tengah lapangan setelah menerima umpan dan berhasil mengukuhkan kemenangan Manchester United atas Aldershot Town. Hingga kini, Valencia masih berada di Manchester United. Ia juga diketahui masih aktif bermain di timnas Ekuador.

Profil Daley Blind, Manchester United

Daley Blind adalah seorang pemain sepakbola profesional yang lahir pada 9 Maret 1990. Ia merupakan seorang pemina sepakbola asal Belanda yang kini membela klub Manchester United sebagai gelandang bertahan, bek kiri, dan bek tengah. Ia juga diketahui bermain di timnas Belanda.

Blind memulai karirnya dengan bergabung bersama Ajax di tim junior. Karirnya terus berlanjut hingga akhirnya ia bertahan dan menjadi pemain senior di klub tersebut. Ia memulai debut pertamanya bertanding bersama Ajax pada musim 2007-08. Walau saat itu ia masih berstatus Junior-B, ia tetap ditempatkan bersama tim senior. Ia lalu menerima promosi untuk bermain bersama tim inti pada musim 2008-09.

Pada 7 Desember 2008, Blind memulai debutnya secara resmi bersama Ajax dalam sebuah laga melawan FC Volendam. Ia lantas memberikan penampilan yang memukau melalui tendangan sudut yang lantas dimanfaatkan oleh Jan Vertonghen untuk mencetak gol bagi Ajax. Pada 19 Desember 2008, Daley Blind menandatangani kontrak kelanjutannya bersama Ajax sampai 30 Juni 2013.

Namun, meski kontraknya dengan Ajax telah diperpanjang, hal ini tidak membuat Blind bertahan di Ajax dalam waktu yang lama. Ia sempat dipinjamkan ke Groningen untuk sisa musim 2009-10 pada bursa transfer musim dingin. Ia hampir dipindahkan secara permanen oleh Ajax dengan nilai transfer sebesar 1.5 miliar euro. Namun hal itu urung dilakukan.

Pada musim 2010-11, Blind akhirnya kembali ke Ajax. Namun, performanya saat itu justru tampak meragukan dan ia hampir didepak dari tim inti Ajax yang berlaga di Liga Eredivise. Mesi begitu, ia tetap bertahan di sana. Pada 23 April 2013, Ajax dan Blind diketahui telah melakukan perjanjian perpanjangan kontrak hingga 2016. Performanya setelah itu menjadi meningkat. Ia bahkan berhasil mempertahankan Ajax berada di posisi teratas dari tabel Eredivise di mana ia berhasil membawa Ajax mengalahkan Willem dengan skor 5-0. Blind pun akhirnya dinobatkan sebagai “Player of the Year” untuk musim 2012-13. Selama musim 2013-14, Blind dipindahkan kembali ke posisi awalnya, yakni gelandang tengah. Ia pun kembali mendapat gelar “Dutch Player of The Year” untuk musim 2013-14 setelah Ajax berhasil memenangkan liga selama 4 tahun berturut-turut.

Ternyata, Ajax tak mampu mempertahankan Blind. Pada 30 Agustus 2014, Daley Blind menandatangani kontrak dengan Manchester United, walau sebenarnye segala negosiasi dan proses perpindahannya baru benar-benar selesai dilakukan pada 1 September 2014 atau 2 hari dari awal negosiasi. Perpindahan Blind ini memiliki nilai sebesar 13.8 juta pound.

Blind memulai debutnya bersama Manchester United 13 hari setelah tanda tangannya. Ia bermain selama 90 menit penuh dalam sebuah pertandingan kandang antara Manchester United melawan Queens Park Ranges di Old Trafford, sebuah pertandingan yang berakhir dengan kemenangan telak bagi MU dengan skor 4-0. Namun, pada 16 November 2014, blind harus keluar dan absen hingga akhir musim 2014-15 dikarenakan cedera ligamen yang dialaminya saat melawan Latvia.

Pada musim berikutnya, yakni 2015-16, Blind mulai bermain sebagai gelandang tengah dan bek kiri. Namun, pada musim itu Blind lebih sering berada di posisi centre-half yang membuka jalan baginya untuk mencetak gol. Ia akhirnya berhasil mencetak gol pertamanya di musim 2015-16 dalam sebuah laga kandang melawan Liverpool. Pertandingan yang dengan kemenangan 3-1 bagi MU itu pun akhirnya membawa nama Daley Blind sebagai “Man of The Match” pada pertandingan itu.

Pada Liga Premier musim 2016-17 daley Blind bermain bersama Chris Smalling. Namun, ia sempat kehilangan posisinya di klub inti. Meski begitu, Blind tetap memperjuangkan posisinya di tim inti, walau bagaimanapun ia tetap gagal, terutama pasca kembalinya Phil Jones dan Marcos Rojo. Ia berakhir sebagai pemain cadangan yang biasanya diturunkan untuk menggantikan Luke Shaw. Namun pada musim itu, ia berhasil mencetak gol pertamanya dalam laga melawan Sunderland melalui umpan dari Zlatan Ibrahimovic.

Selain di Manchester United, ia diketahui bermain dengan cukup baik di timnas Belanda. Ia juga diketahui merupakan assist terbaik untuk Robie van Persie dan Arjen Robben.