marcelo profil pemain real madrid

Profil Marcelo, Real Madrid

Marcelo Vieria da Silva Junior atau yang lebih dikenal dengan nama Marcelo adalah pemain sepakbola profesional yang lahir di Rio de Janeiro pada 12 Mei 1988. Saat ini ia bermain untuk klub Real Madrid dan timnas Brazil sebagai bek kiri, namun ia juga bisa perperan sebagai sayap kiri. Dalam beberapa kesempatan, ia seringkali disandingkan dengan nama legendaris seperti Roberto Carlos. Bahkan, selama masa-masa kejayaannya, ia dipuji oleh legenda sepakbola seperti Paolo Maldini dan Diego Maradona, yang menyebut Marcelo sebagai pemain terbaik di posisinya.

Sebelum berkarir di sepakbola, Marcelo bermain futsal di usia 9 sampai 13 tahun dan bergabung dengan klub Fluminense. Karena berasal dari keluarga miskin, ia sempat berpikir untuk berhenti dari dunia sepakbola. Namun, klubnya saat itu berpendapat bahwa Marcelo merupakan pemain andalan dan memintanya untuk terus bermain.

Pada bergabung bersama Real Madrid selama masa transfer Januari 2007. Saat ia tiba di Spanyol, Presiden Real Madrid saat itu, Ramon Calderon, mengatakan bahwa ia adalah pemain terbaik yang diharapkan oleh Real Madrid saat ini. Kehadirannya, menurut Ramon, akan membawa angin segar baru bagi Real Madrid. Ia juga merupakan pemain yang diimpikan oleh sebagian besar klub di Eropa, menurut Ramon.

Debut pertamanya bersama Real Madrid adalah sebagai pemain pengganti dalam sebuah pertandingan melawan Deportivo La Coruna pada 7 Januari 2007. Beberapa bulan kemudian, tepatnya pada 14 April 2007, pelatih Real Madrid Fabio Capello memberikan kesempatan kepada Marcelo untuk menjadi starter pada pertandingan melawan tim judi sbobet Racing de Santander. Sayangnya, Real Madrid kalah 2-1 dalam pertandingan itu dan kekalahannya sempat menuai kontroversi. Namun hal itu tidak berpengaruh pada posisi Marcelo. Bahkan, selama musim 2007-08, ia menjadi starter di hampir seluruh pertandingan Real Madrid. Kecepatan, penyerangan, dan pertahanan yang dimiliki Marcelo segera membuatnya menjadi pemain yang penting bagi Real Madrid.

Di sepanjang tahun 2009, Marcelo tampil cukup buruk hampir di semua pertandingan. Alhasil, ia ditempatkan di bangku cadangan dalam waktu yang cukup lama. Manager Madrid saat itu, Juande Ramos, akhirnya memutuskan untuk menempatkan Marcelo di posisi sayap kiri. Marcelo pun tidak mengalami kesulitan beradaptasi di posisi barunya itu. Ia bahkan berhasil mencetak gol pertamanya untuk Real Madrid saat menerima umpan dari Gonzalo Higuain dalam pertandingan melawan Sporting de Gijon. Pertandingan itu pun berakhir manis dengan kemenangan 4-0 bagi Real Madrid. Setelah pertandingan itu, pelatih Ramos mengatakan bahwa di pertandingan-pertandingan mendatang, Marcelo akan lebih sering ditempatkan di posisi sayap daripada bek. Namun tidak menutup kemungkinan bahwa Marcelo akan ditarik ke belakang bila diperlukan.

Gol kedua Marcelo untuk Real Madrid cukup mengejutkan. Ia melakukan tembakan jarak jauh dari luar kotak penalti. Skill semacam ini sebenarnya bukanlah keahlian Marcelo, apalagi ia melakukan tendangan tersebut menggunakan kaki kanannya yang lebih lemah. Gol ini ia ciptakan dalam sebuah pertandingan antara Real Madrid melawan Almeria. Pada 18 April 2009, Marcelo berhasil mencetak gol ketiganya untuk Real Madrid dalam pertandingan melawan Recreativo de Huelva. Gol tersebut merupakan gol tunggal pada pertandingan itu.

Musim terobosan bagi Marcelo adalah musim 2010-11. Di musim tersebut, Marcelo kembali ke posisi alaminya, yakni bek kiri. Namun, pada posisi tersebut Marcelo justru tampak lebih unggul. Ia berhasil mencetak gol pertamanya pada musim itu, yang merupakan gol tunggal dalam pertandingan melawan melawan RCD Espanyol pada 13 Februari. Ia bahkan bermain dengan cukup baik sepanjang musim itu dengan menjadi assist bagi beberapa pemain unggulan Real Madrid seperti Karim Benzema. Hingga saat ini, Marcelo masih bermain untuk Real Madrid.

Di dunia sepakbola internasional, nama Marcelo juga cukup dikenal sebagai pemain unggulan timnas Brasil. Ia secara resmi memulai debutnya bersama timnas Brasil dalam sebuah pertandingan melawan Wales di Tottenham Hotspur’s White Hart Lane. Ia lalu menjadi pemain inti timnas Brasil dan ikut membela tim nasionalnya dalam berbagai pertandingan yang diadakan di beberapa kejuaraan.